Sabtu, 03 Oktober 2009

Sintesis Polieugenol Dengan Katalis Asam Sulfat

Isolasi Kitinase dari Scleroderma columnare dan Trichoderma harzianum
(Isolation of Chitinase From Scleroderma columnare and Trichoderma harzianum)
S.K. Susi Wijaya
Staf PengajarJurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Jember
Jl. Kalimantan 37 Jember 68121

ABSTRACT
The aim of this research was to purify the crude of chitinase from S. columnare and T. harzianum. Chitinase
was extracted using three solvent, e.q ammonium sulfate, ethanol, and acetone. Purification of chitinase was
aimed for decreasing chitinase activity, but it will increase specific activity. The most effective extractor for
extraction of chitinase was ammonium sulfate, because it yielded the most pure chitinase. T. harzianum
produces chitinase more pure than S. columnare.
Keywords: chitinase, Scleroderma columnare, Trichoderma harzianum
PENDAHULUAN
Scleroderma columnare dan Trichoderma
harzianum adalah cendawan yang dapat
menghasilkan kitinase (Ulhoa dan Peberdy,
1991; Zimand et al., 1994). S. columnare
merupakan cendawan ektomikoriza yang
memberikan harapan dalam meningkatkan
kualitas bibit tanaman. Cendawan tersebut
dapat bersimbiosis dengan akar tanaman dan
menghasilkan kitinase yang berperan sebagai
pertahanan diri tanaman dalam melawan
penyakit. T. harzianum adalah cendawan
nonmikoriza yang dapat menghasilkan kitinase,
sehingga dapat berfungsi sebagai pengendali
penyakit tanaman.
Kitinase merupakan enzim ekstraseluler
yang dihasilkan oleh cendawan dan bakteri
(Tsujibo et al., 1992) serta berperan penting
dalam pemecahan kitin. Enzim adalah protein
yang diproduksi oleh sel hidup dan digunakan
untuk mengkatalisis reaksi kimia yang spesifik.
Kitin (homopolimer ikatan b-1,4 dari Nasetilglukosamin)
merupakan komponen
struktural dari sebagian besar dinding sel
cendawan patogen (Yanai et al., 1994) dan
polisakarida struktural terbesar penyusun
utama kerangka luar udang dan serangga.
Kitinase dapat mengkatalisis hidrolisis ikatan
b-1,4 homopolimer N-asetilglukosamin
menjadi monomer N-asetilglukosamin.
Metode yang umum dilakukan untuk
pemisahan enzim adalah dengan menggunakan
garam (salting-out). Garam yang sering
digunakan adalah amonium sulfat.
Penggunaan garam tersebut memberikan
beberapa keuntungan, antara lain dapat
digunakan pada pH tinggi (pH > 10), kelarutan
dalam air tinggi (533 g/L pada suhu 20 oC), dan
tidak beracun. Pelarut organik juga dapat
digunakan untuk pemisahan enzim.
Keuntungan pengendapan dengan pelarut
organik adalah dapat digunakan pada suhu 0 oC
(Aunstrup, 1979; Bollag dan Edelstein, 1991).
Penelitian ini bertujuan memurnikan
kitinase kasar dari S. columnare dan
T. harzianum. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan informasi tentang
pengekstrak yang efektif untuk penentuan
aktivitas kitinase serta perbedaan aktivitas
enzim cendawan mikoriza dan nonmikoriza.
METODA PENELITIAN
Persiapan Inokulum
Lapisan spora biakan murni S. columnare dan
T. harzianum diambil dengan jarum inokulasi
steril dan ditunbuhkan pada medium potato
dextrose agar (PDA) selama empat minggu
untuk S. columnare dan satu minggu untuk
T. harzianum pada suhu kamar. Lapisan
miselia masing-masing cendawan yang tumbuh
pada media PDA dipotong persegi dengan
ukuran 0,4 ´ 0,4 cm.
Produksi Enzim
Lapisan spora dari medium PDA ditumbuhkan
dalam media malt extract (ME) pH 6,2 yang
mengandung koloidal kitin selama empat
minggu untuk S. columnare dan satu minggu
untuk T. harzianum. Sebagai kontrol, masingmasing
cendawan ditumbuhkan pada media
ME pH 6,2 tanpa koloidal kitin.
Pemurnian
Setelah masing-masing dikocok selama dua
jam, kedua kultur cendawan disentrifugasi
dengan kecepatan 10000 ´ g selama 10 menit
pada suhu 4 oC. Enzim kasar yang diperoleh
(supernatan) dimurnikan dengan ekstraksi dan
kromatografi filtrasi gel. Supernatan
dipisahkan dan diendapkan dengan tiga
metode, yaitu penambahan amonium sulfat
jenuh 80 % b/v, etanol 50 % v/v, dan aseton 50
% v/v.
Supernatan ditambahkan bahan pengendap
sambil dikocok selama 30 menit. Campuran
didiamkan semalam pada suhu 4 oC, lalu
disentrifus dengan kecepatan 10000 ´ g selama
10 menit pada suhu yang sama. Endapan
dipisahkan dan dilarutkan dalam bufer fosfat
pH 6,2. Hasil ekstraksi kemudian dimurnikan
dengan menggunakan kromatografi filtrasi gel
Sepharose 6B dalam bufer fosfat pH 6,2.
Penentuan Aktivitas
Larutan enzim sebanyak 1,0 mL ditambahkan
ke dalam 1,0 mL koloidal kitin 1 % v/v dalam
bufer fosfat pH 6,2. Setelah campuran
diinkubasi pada suhu 37 oC selama 15 menit,
campuran ditambahkan 4 mL dinitrosalisilat
(DNS) dan dipanaskan dalam air mendidih
selama lima menit. Campuran didinginkan
pada suhu kamar dan diukur serapannya pada
panjang gelombang 540 nm (Monreal dan
Reese, 1968). Aktivitas kitinase dihitung
berdasarkan N-asetilglukosamin yang
terbentuk dari hidrolisis kitin
Satu unit (U) aktivitas enzim setara dengan 1
mmol N-asetilglukosamin yang dihasilkan
selama 1 menit.
Rancangan Percobaan
Rancangan percobaan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah rancangan acak lengkap
faktorial 2 ´ 3. Rancangan ini terdiri dari dua
faktor, yaitu faktor cendawan dengan dua taraf
dan faktor perlakuan ekstraksi dengan tiga
taraf. Untuk masing-masing perlakuan diulang
sebanyak tiga kali.
Model matematika yang digunakan adalah
seperti pada persamaan berikut.
Yij = m + ai + eij...............(2)
Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i
ulangan ke-j
m = nilai tengah umum
ai = pengaruh perlakuan ke-i
eij = pengaruh sisa dari perlakuan ke-i dan
ulangan ke-j
Uji lanjut dilakukan dengan menggunakan uji
wilayah berganda Duncan 5 %.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Produksi dan Isolasi Kitinase
Pada media PDA S. columnare tumbuh
berbentuk bulat dengan warna kecoklatan dan
mengeluarkan metabolit berwarna coklat.
T. harzianum tumbuh pada media PDA
menghasilkan koloni berwarna putih dengan
permukaan mula-mula halus seperti kapas,
kemudian kekuningan, dan membentuk
kelompok berwarna hijau.
S. columnare dan T. harzianum
ditumbuhkan pada media ME pH 6,2 untuk
produksi kitinase, karena menurut Yamagami
dan Funatsu (1993) enzim tersebut stabil pada
pH antara 4,0-8,0. Substrat koloidal kitin pada
media ME berfungsi sebagai sumber karbon
(Cruz et al., 1992) dan untuk merangsang
produksi kitinase (Garcia et al., 1994). Dengan
adanya substrat tersebut, S. columnare tidak
menghasilkan metabolit berwarna coklat. Hal
ini menunjukkan S. columnare memproduksi
kitinase dan mensekresikannya ke dalam
medium. Keberadaan suatu substrat dapat
memacu suatu mikroorganisme untuk
mensekresi metabolit selnya (Boing, 1982).
T. harzianum tidak menghasilkan metabolit
berwarna. Untuk mengetahui produksi kitinase
dari T. harzianum dapat dilihat dari warna
medium menjadi lebih transparan (berkurang
kecoklatannya).
Berdasarkan lokasinya, kitinase termasuk
enzim ekstraseluler. Enzim ekstraseluer adalah
enzim yang dihasilkan di dalam sel, tetapi
dikeluarkan ke medium tumbuhnya.
Pemisahan kitinase relatif mudah, karena sel
cendawan tidak perlu dihancurkan lebih dahulu
untuk mengekstrak kitinase. Kitinase
dipisahkan dari sel cendawan dengan metode
sentrifugasi. Sel cendawan akan mengendap
dan enzim akan terlarut dalam supernatan.
Protein, khususnya enzim mudah sekali
terdenaturasi oleh panas. Pada umumnya protein hanya berfungsi aktif secara biologis
pada pH dan suhu tertentu.
Untuk menghindari denaturasi protein, kitinase
diisolasi dengan metode sentrifugasi dalam
keadaan dingin (4 oC). Pada suhu tersebut
denaturasi protein dapat dihindarkan.
Aktivitas kitinase sebelum perlakuan
ekstraksi pada S. columnare dan T. harzianum
menunjukkan nilai yang hampir sama (Tabel
1). Berdasarkan uji statistika, aktivitas awal
kitinase pada kedua cendawan tidak berbeda
nyata antar kelompok perlakuan. Hal ini
menunjukkan bahwa pertumbuhan masingmasing
cendawan dapat dikatakan sama,
sehingga memperlihatkan hasil aktivitas awal
kitinase yang sama. Aktivitas kitinase setelah
tahap ekstraksi dan filtrasi gel hanya
bergantung pada pengekstrak yang digunakan
pada tahap ekstraksi. Setelah ekstraksi,
aktivitas kitinase dari S. columnare dan
T. harzianum berbeda nyata. Aktivitas kitinase
dari S. columnare lebih rendah daripada
T. harzianum. Demikian juga setelah tahap
filtrasi gel, aktivitas kitinase dari S. columnare
lebih rendah daripada T. harzianum. Hal ini
berarti kitinase dari T. harzianum lebih mudah
untuk diekstrak dengan bahan pengekstrak
yang diuji daripada kitinase dari S. columnare.
Pemurnian Kitinase
Metode ekstraksi merupakan tahap awal dari
pemurnian kitinase. Ekstraksi bertujuan untuk
memisahkan enzim dari partikel non-enzim
yang masih bercampur. Penambahan garam
atau pelarut organik dilakukan untuk
mengendapkan protein. Tabel 2 menunjukkan
aktivitas kitinase awal dan hasil ekstraksi.
Aktivitas kitinase terbesar setelah ekstraksi
untuk kedua cendawan adalah dengan
menggunakan amonium sulfat. Etanol dan
aseton menghasilkan aktivitas kitinase yang
rendah. Berdasarkan hasil uji Duncan, aktivitas
kitinase hasil ekstraksi dengan amonium sulfat
berbeda nyata baik dengan aktivitas kitinase
hasil ekstraksi dengan etanol maupun dengan
aseton. Aktivitas kitinase hasil ekstraksi
dengan etanol berbeda nyata dengan aktivitas
hasil ekstraksi dengan aseton (tabel 3).
Amonium sulfat, etanol, dan aseton
memberikan pengaruh yang sama terhadap
pengendapan protein, yaitu dengan cara
mempengaruhi aktivitas air.
Amonium sulfat lebih mampu
mengendapkan protein enzim dibandingkan
dengan etanol dan aseton. Amonium sulfat
yang digunakan adalah larutan amonium sulfat
jenuh 80% b/v. Konsentrasi ion-ion amonium
sulfat yang tinggi menyebabkan muatan listrik
di sekitar molekul protein meningkat dan
menarik mantel air yang ada di sekeliling
molekul protein, sehingga kelarutan protein
menurun. Air yang tersedia tidak cukup untuk
melarutkan protein karena adanya persaingan
antara protein dan garam untuk berikatan
hidrogen dengan air. Pada konsentrasi rendah,
ion-ion amonium sulfat akan melindungi
molekul protein dan mencegahnya bersatu,
sehingga akan meningkatkan kelarutan
protein.Etanol dan aseton mempengaruhi
aktivitas air dengan cara mereduksi kelarutan
protein, sehingga terjadi agregasi dan
pengendapan. Struktur air di sekeliling area
hidrofobik pada permukaan protein dapat
ditempati oleh molekul pelarut organik,
sehingga agregasi terjadi akibat interaksi antara
muatan berlawanan pada permukaan protein.
Aktivitas Kitinase
Aktivitas kitinase setelah ekstraksi untuk kedua
cendawan lebih rendah daripada aktivitas awal
(gambar 1). Amonium sulfat menghasilkan
penurunan aktivitas kitinase yang paling
rendah untuk kedua cendawan, yaitu 62 %
untuk S. columnare dan 52 % untuk
T. harzianum. Etanol dan aseton menghasilkan
penurunan kitinase masing-masing 70 % dan
67 % untuk S. columnare , sedangkan untuk
T. harzianum kedua pengekstrak memiliki nilai
yang sama (54 %). Hal ini menunjukkan
bahwa kitinase lebih stabil bila diendapkan
dengan menggunakan amonium sulfat.
Aktivitas enzim setelah dipekatkan
menunjukkan penurunan. Hal ini diduga ada
sebagian kitinase yang tidak terekstrak oleh
bahan pengekstrak. Selain itu, ada sebagian
protein yang terdenaturasi selama ekstraksi
berlangsung.

Isolasi Kitinase dari Scleroderma columnare dan Trichoderma harzianum

Sintesis Polieugenol Dengan Katalis Asam Sulfat
(Synthesis of Polyeugenol with Sulfuric Acid Catalyst)
Wuryanti Handayani
Staf Pengajar Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember

ABSTRACT
Synthesis of polyeugenol with sulfuric acid catalyst has been studied in this work. Clove leaf oil was extracted
and fractionated to yield eugenol. Eugenol was polimerizated with sulfuric acid in variation ratio. Fraction 3
was pure eugenol between another fractions. Polyeugenol with ratio catalyst: monomer = 1:2 was the best
polimer. In ratio catalyst: monomer = 1:8, polyeugenol was not resulted.
Keywords: Synthesis, Polieugenol, Sulfuric Acid


PENDAHULUAN
Eugenol merupakan salah satu komponen
kimia dalam minyak cengkeh yang
memberikan bau dan aroma yang khas pada
minyak cengkeh. Considine dan Considine
(1982) menyatakan bahwa eugenol murni
merupakan cairan tidak berwarna, berbau
keras, dan mempunyai rasa pedas. Eugenol
mudah berubah menjadi kecoklatan apabila
dibiarkan di udara terbuka. Dalam bidang
industri pemanfaatan eugenol masih terbatas
pada industri parfum (Chairil, 1994).
Eugenol merupakan komponen kimia
utama dalam minyak daun cengkeh, yaitu 79-
90% volume (Ketaren, 1985). Menurut
Guenther (1950) eugenol merupakan
komponen utama minyak cengkeh yaitu 80-
90%. Hasil penelitian Deyena dan Horiguchi
(1971) menyebutkan bahwa minyak cengkeh
mengandung eugenol 80,7%, sedangkan
Chakrabarki dan Ghosh (1974) menemukan
eugenol 80-93% dalam minyak cengkeh yang
berasal dari India.
Polimerisasi dengan bahan baku senyawa
alam seperti eugenol merupakan suatu hal yang
relatif baru dilakukan. Pengembangan dan
pemanfaatan polimer tersebut semakin
diperluas. Polimer menggantikan material
tradisional mulai dari industri bangunan,
industri kemasan, industri serat kain, serta
industri otomotif dan pesawat terbang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi
eugenol dari minyak cengkeh dan mensintesis
polieugenol pada kondisi tekanan dan suhu
kamar dengan katalis asam sulfat. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menambah nilai
guna eugenol, sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai bahan baku sintesis polieugenol.
METODE PENELITIAN
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah minyak daun cengkeh kotor yang
diperoleh dari Laboratorium Organik
Universitas Gadjah Mada. Minyak tersebut
diredestilasi, sehingga diperoleh minyak daun
cengkeh bersih.
Isolasi Eugenol
Minyak daun cengkeh bersih diekstraksi
dengan NaOH 4 M. Fase organik diekstraksi
dengan petroleum eter. Fase anorganik
kemudian diasamkan dengan HCl hingga
netral. Hasil yang didapat dikeringkan dengan
Na2SO4 anhidrat, lalu dilanjutkan dengan
evaporator Buchi. Residu ditimbang dan
difraksinasi dengan destilasi bertingkat
pengurang tekanan. Fraksi yang diperoleh dari
isolasi eugenol dikarakterisasi dengan
kromatografi gas dan spektrofotometer
inframerah
Polimerisasi
Sejumlah Eugenol murni ditetesi dengan 0,25
mL katalis asam sulfat pekat setiap 30 menit
sebanyak empat kali. Reaksi polimerisasi
dihentikan dengan menambahkan 1,0 mL
metanol dua jam setelah penambahan katalis
terakhir. Padatan yang terbentuk dilarutkan
dalam kloroform. Larutan polimer dicuci
dengan akuades hingga netral, kemudian
dikeringkan dengan Na2SO4 anhidrat dan
dilanjutkan dengan evaporator Buchi. Polimer
ini dikarakterisasi dengan metode
spektrofotometer IR dan kromatografi lapis
tipis.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Isolasi Dan Karakterisasi Eugenol
Isolasi eugenol dilakukan secara kimiawi dan
pemurniannya dengan destilasi bertingkat
pengurang tekanan. Hasil ekstraksi yang
diperoleh dari 500 g minyak daun cengkeh
bersih adalah 384,9 g atau 76,98%. Hasil
ekstraksi sangat dipengaruhi oleh konsentrasi
larutan NaOH yang akan mengikat eugenol
dari minyak daun cengkeh. Eugenol diisolasi
sebagai garam natrium eugenolat yang larut
dalam air dan berada pada lapisan bawah.
Reaksi ini bersifat eksotermis, sehingga
pemisahan garam tersebut dilakukan setelah
campuran dingin.
Ekstraksi garam natrium eugenolat
dengan petroleum eter bertujuan untuk
memisahkan bahan organik selain eugenol
yang mungkin masih ada selama proses
pemisahan. Hal ini akan meningkatkan
kemurnian eugenol yang diperoleh, karena
menurut Hardjono (1978) dalam minyak
cengkeh juga terdapat kariofilena dan terpenaterpena
lain.
Pengasaman dengan HCl bertujuan untuk
mengubah garam natrium eugenolat menjadi
eugenol. Reaksi yang terjadi adalah reaksi
penggaraman biasa. Dalam reaksi ini ion
eugenolat akan menangkap ion hidronium yang
berasal dari ionisasi sempurna HCl. Hasil
reaksi adalah eugenol dan garam NaCl.
Eugenol akan berada pada lapisan atas.
Pemurnian eugenol dilakukan dengan
destilasi bertingkat pengurang tekanan, karena
titik didih eugenol sangat tinggi (2250C) pada
tekanan 1,0 Atm (Dean, 1987). Pengurangan
tekanan dilakukan dengan menyambungkan
alat destilasi pada vakum minyak, sehingga
tekanannya dapat turun hingga 6,0 mmHg.
Pada tekanan tersebut titik didih eugenol pada
setiap fraksi berkisar antara 103-1140C. Tabel
1 menunjukkan hasil pemurnian dan
karakterisasi eugenol dengan destilasi
bertingkat. Jika dilihat dari titik didihnya,
maka fraksi yang paling tinggi kemurniannya
adalah fraksi 3.

Analisis Kemurnian Eugenol
Dari kromatogram hasil analisis fraksi 1
dengan kromatografi gas terlihat enam puncak
(Gambar 1). Puncak tertinggi terdapat pada
waktu retensi 6,345 yang merupakan puncak
eugenol. Luas area puncak menunjukkan
konsentrasi eugenol dalam fraksi I yaitu
85,81%. Lima puncak yang lain menunjukkan
adanya senyawaan organik lain, yaitu terpena
lain. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan
Hardjono (1978) bahwa dalam minyak cengkeh
terkandung senyawa organik seperti kariofilena
dan terpena lain.


Minggu, 13 September 2009

Arsen Si Pembunuh Bayaran

Cerpen Kimia : Arsen Si Pembunuh Bayaran

Kata Kunci: ,
Ditulis oleh Halimah Pakot pada 21-06-2009

arsen-pembunuhSiang ini aku duduk didepan rumahku di gang 4 blok VA nomor 33 di kampung kami sistem periodik unsur , aku berusaha mengingat kembali tentang semuanya, tentang tawaran manusia untuk melakukan hal yang menurutku itu sangat menjijikan untuk aku ulangi lagi, yaitu pekerjaan membunuh. Sudah lama aku jadi pembunuh bayaran, dan sebenarnya aku ingin berhenti dari pekerjaaan menjijikan ini, tapi lagi-lagi aku tak bisa. Manusia-manusia itu lebih mempercayaiku daripada teman-temanku seperti halnya sianida atau yang lainnya. Karena katanya pekerjaanku sangat rapi, dengan menyusup lewat makanan racunku menyerang sistem pencernaan manusia yang akan kubunuh sehingga dia mati seolah-olah seperti karena shok.

Sebenarnya aku sudah lelah dengan pekerjaan seperti ini, dan tak ingin mengulangnya lagi, sejak pembunuhan Napoleon Bonaparte aku sebenarnya telah berjanji untuk tidak membunuh lagi, tapi lagi-lagi korban jatuh di tanganku. Tahun 2004 saja aku membunuh seorang aktivis HAM Munir dari indonesia dan kini manusia itu datang lagi padaku menyuruhku membunuh seorang temannya hanya karena takut tersaingi dalam perebutan jabatan sebagai direktur sebuah perusahaan.

“Ahhh….ini benar-benar bisa membuatku gila, kenapa sih dikalangan manusia itu selalu saja ada yang serakah, kenapa mesti cemburu pada keadaan? bukankah tuhan itu tidak menempatkan kita pada tempat yang sama?.

Arsenik..” seseorang menyapaku perlahan.

Aku segera membalikkan badan, dan kulihat disana fosfor kakakku menghampiri. Dalam keluargaku aku sebenarnya unsur yang paling dekat dengannya daripada dengan kakaku yang satu lagi Nitrogen atau dengan adik-adikku Antimon atau Bismut. Sehingga dalam karakteristik secara kimiawi aku lebih mirip dia, dia suka memanggilku arsenik atau dengan bahasa yunani namaku Arsenikum.

“Ada apa kak?”

“Katanya mau bakti sosial pada manusia, kok malah melamun disini?”

“Iya kak, bentar lagi juga berangkat”

“Kulihat akhir-akhir ini kau sering melamun sen,ada masalah dengan pacarmu khlor? Dan kulihat kalian tidak sering berjalan bersama lagi. Malah sekarang kau lebih aktif membantu manusia, mencuci kerislah, membasmi hama dan tikuslah, pengawet kayulah, dan sekarang adikku ini mau bakti sosial apalagi?”

Aku tersenyum melihat matanya berbinar-binar, sejak dulu , sejak aku baru saja ditemukan oleh Albertus Magnus tahun 1250 dan dipertemukan dengannya di kampung SPU, mata itu tak pernah berubah, dia senantiasa berusaha jadi kakakku yang baik

“Eh di tanya malah senyum-senyum, atau jangan-jangan kau sedang jatuh cinta lagi sen?”

“Gak lah kak, aku dan khlor akhir-akhir ini cuma sedikit renggang aja, tapi kami baik-baik saja kok. Sekarang aku mau membantu manusia menyepuh perunggu, membuat bahan cat, keramik, elektronik, efek kembang api, zat warna atau pencelup, industry kulit, pengeras timah hitam, serta pembeningan kaca.

” Ckkk…ckkk…kau hebat sen, selain oksidamu ampoter ternyata kau juga banyak aktif membantu manusia, aku bangga padamu Sen, tapi sebelumnya kakak khawatir kau berjalan-jalan kekalangan manusia soalnya kakak takut ada yang menyuruhmu lagi untuk membunuh, bukan apa-apa sih, nyawa itu berharga Sen, apa kau masih ingat waktu dulu itu, waktu kau membunuh aktivis HAM yang bernama Munir itu, sampai-sampai heboh di buatnya, dan kampung kita juga di buat gegerkan. Bahkan kau juga yang sebelumnya dipercaya untuk pengobatan dalam bidang homeopati, gara-gara suka dijadikan racun pembunuh jadi tidak dipercaya lagi kan”

“Iya kak, aku kan berusaha untuk menolak jadi pembunuh bayaran lagi, ya udah aku berangkat dulu kak”

“Baiklah, hati-hati jangan sampai tubuhmu menyentuh makanan para manusia Sen!”

“Iya, aku tahu kak, tubuhku kan beracun, aku pasti hati-hati”

Begitulah kawan dengan kakakku fosfor, apa yang harus kukatakan padanya kalau saja dia tahu aku akan membunuh lagi, maafkan aku kak, aku tidak kuasa untuk menolaknya. Malam ini kemungkinan satu orang lagi akan jatuh di tangan racunku. Malam ini, aku akan menyusup lagi lewat makanannya untuk membunuhnya, maafkan aku kak, ijinkan aku satu kali saja melakukannya lagi. Sudah itu aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi, lagipula mungkin setelah ini, aku kan di larang berjalan-jalan dikalangan manusia lagi, mungkin kau sudah bosan mendengar janji-janjiku kak, karena tiap kali aku membunuh, aku selalu berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi, tapi kali ini, setelah aku menyelesaikan semuanya, aku benar-benar berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi.

Ahh…aku jadi bingung, harus membunuh apa enggak ya? Khlor kemana lagi? padahal pada saat gini seharusnya dia ada disampingku, apa masih mengurusi pacarnya sinatrium itu, aku heran, padahal dia kan playboy tapi masih saja mempertahankan hubungannya dengan sinatrium itu, apa sih kelebihan dia? Sampai-sampai khlor tidak rela untuk melepasnya. Hah…! kenapa aku tidak pergi saja pada oksigen, dia jugakan kekasihku (As3O2), tapi…bagaiman kalau nanti ketahuan sama khlor? Peduli amat dah, siapa tahu dari oksigen aku bisa tahu kabar hubungan khlor dengan natrium.

Prinsip dan Teknik Pengawetan Makanan (Pangan)

Prinsip dan Teknik Pengawetan Makanan ( Pangan )



Agar dapat berjalan, setiap reaksi kimiawi dan enzimatis membutuhkan kondisi lingkungan yang optimum (misalnya suhu, pH, konsentrasi garam, ketersediaan air, kofaktor dan faktor lainnya). Sebagai contoh, mikroorganisme memerlukan semua kondisi yang optimum untuk berlangsungnya reaksi kimiawi dan enzimatis, dan juga membutuhkan karbon, sumber nitrogen, beragam mineral, dan ada atau tidak ada oksigen (aerobik/anaero-bik), beberapa vitamin dan sebagainya.

Kehilangan mutu dan kerusakan pangan disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai substrat untuk memproduksi toksin didalam pangan;

  2. katabolisme dan pelayuan (senescence) yaitu proses pemecahan dan pematangan yang dikatalisis enzim indigenus;

  3. reaksi kimia antar komponen pangan dan/atau bahan-bahan lainnya dalam lingkungan penyimpanan;

  4. kerusakan fisik oleh faktor lingkungan (kondisi proses maupun penyimpanan) dan

  5. Kontaminasi serangga, parasit dan tikus.


Untuk mengontrol kerusakan kita harus membuat kondisi yang dapat menghambat terjadinya reaksi yang tidak dikehendaki. Secara umum, penyebab utama kerusakan produk susu, daging dan unggas adalah mikroorganisme sementara penyebab utama kerusakan buah dan sayur pada tahap awal adalah proses pelayuan (senescence) dan pengeringan (desiccation) yang kemudian diikuti oleh aktivitas mikroorganisme. Prinsip pengawetan pangan ada tiga, yaitu:

  1. Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial;

  2. Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan; dan

  3. Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk serangan hama. Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial dapat dilakukan dengan cara:
    • mencegah masuknya mikroorganisme (bekerja dengan aseptis);

    • mengeluarkan mikroorganisme, misalnya dengan proses filtrasi;

    • menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme, misalnya dengan penggunaan suhu rendah, pengeringan, penggunaan kondisi anaerobik atau penggunaan pengawet kimia;

    • membunuh mikroorganisme, misalnya dengan sterilisasi atau radiasi.


Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan dapat dilakukan dengan cara destruksi atau inaktivasi enzim pangan, misalnya dengan proses blansir dan atau dengan memperlambat reaksi kimia, misalnya mencegah reaksi oksidasi dengan penambahan anti oksidan.

Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur simpan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan) produk pangan. Proses pengolahan apa yang akan dilakukan, tergantung pada berapa lama umur simpan produk yang diinginkan, dan berapa banyak perubahan mutu produk yang dapat diterima. Berdasarkan target waktu pengawetan, maka pengawetan dapat bersifat jangka pendek atau bersifat jangka panjang.

Pengawetan jangka pendek dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya penanganan aseptis, penggunaan suhu rendah (<20°C), pengeluaran sebagian air bahan, perlakuan panas ‘ringan’, mengurangi keberadaan udara, penggunaan pengawet dalam konsentrasi rendah, fermentasi, radiasi dan kombinasinya.

Penanganan aseptis merupakan proses penanganan yang dilakukan dengan mencegah masuknya kontaminan kimiawi dan mikroorganisme kedalam bahan pangan, atau mencegah terjadinya kontaminasi pada tingkat pertama. Penanganan produk dilakukan untuk mencegah kerusakan produk yang bisa menyebabkan terjadinya pengeringan (layu), pemecahan enzim alami dan masuknya mikroorganisme.

Penggunaan suhu rendah bertujuan untuk memperlambat laju reaksi kimia, reaksi enzimatis dan pertumbuhan mikroorganisme tanpa menyebabkan kerusakan produk. Beberapa perubahan kimia seperti terjadi pada tepung, sereal, biji-bijian, minyak disebabkan oleh keberadaan air. Air dibutuhkan mikroorganisme untuk mempertahankan hidupnya. Pengeluaran sebagian kandungan air bahan melalui proses pemekatan atau pengeringan akan menurunkan laju reaksi kimiawi, enzimatis maupun mikrobial.

Perlakuan panas ringan (pasteurisasi dan blansir) dilakukan pada suhu <100°C. Proses blansir akan merusak sistem enzim dan membunuh sebagian mikroorganisme. Tetapi, sebagian besar mikroorganisme tidak dapat dihancurkan oleh proses blansir. Pasteurisasi menggunakan intensitas suhu dan waktu pemanasan yang lebih besar daripada blansir.

Pasteurisasi akan menginaktifasi enzim, membunuh mikroorganisme patogen (penyebab peyakit) dan sebagian mikroorganisme pembusuk. Beberapa reaksi penyebab kerusakan pangan dipicu oleh oksigen. Reaksi kimiawi seperti oksidasi lemak (ketengikan) yang terjadi pada minyak sayur, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, susu, daging dan reaksi pencoklatan pada buah dan sayur dapat diperlambat dengan mengurangi kehadiran oksigen.

Penggunaan pengawet dengan konsentrasi rendah dan proses fermentasi juga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan temporer. Gula, garam, asam dan SO2 menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan menghambat pertumbuhan kapang dan kamir. Pemaparan pangan dengan radiasi elektromagnetik bisa merusak atau menghambat beberapa mikroorganisme dan sistim enzim alami tanpa perubahan nyata pada kualitas produk.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan jangka panjang adalah pemanasan pada suhu tinggi (?100°C), penggunaan pengawet kimia, pengeringan, pengeluaran udara (pemvakuman), pembekuan dan kombinasi proses. Pemanasan pada suhu tinggi yang dilakukan bersama-sama dengan pengemasan yang bisa mencegah rekontaminasi, dapat menghambat/merusak mikroorganisme dan enzim.

Penggunaan gula atau garam dengan konsentrasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi enzimatis, seperti yang dilakukan pada pembuatan jeli dan dendeng. Pengawet alami seperti etanol, asam asetat dan asam laktat yang dihasilkan oleh mikroorganisme terpilih selama proses fermentasi bisa menghambat pertumbuhan mikroorga-nisme pembusuk. Penambahan pengawet seperti asam benzoat dan asam propionat juga berfungsi menghambat mikroorganisme secara selektif.

Proses pengeringan akan mengeluarkan air dan menyebabkan peningkatan konsentrasi padatan terlarut didalam bahan pangan. Kondisi ini akan meningkatkan tekanan osmotik didalam bahan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat laju reaksi kimia maupun enzimatis.

Penghilangan udara akan mengeluarkan semua oksigen sehingga mencegah berlangsungnya reaksi kimiawi dan enzimatis yang dipicu oleh oksigen, juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme aerobik.

Perlakuan pembekuan (freezing) secara signifikan akan memperlambat laju reaksi kimiawi dan enzimatis serta menghambat aktivitas mikroorganisme. Proses pengawetan biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa metode pengawetan. Sebagai contoh, pembuatan susu pasteurisasi yang ditujukan untuk pengawetan jangka pendek dilakukan dengan kombinasi proses pemanasan ringan (pasteurisasi), pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah (refrigerasi).

Proses pengalengan yang ditujukan untuk pengawetan jangka panjang, dilakukan dengan melibatkan proses pengeluaran udara, pengemasan, pengaturan pH dan penggunaan suhu tinggi (sterilisasi). Juga penting diperhatikan penggunaan \ wadah (container) dan kemasan yang dapat melindungi produk dari mikroorganisme untuk menghindari terjadinya rekontaminasi selama penyimpanan.

Pengarang : Elvira Syamsir
Ringkasan oleh : anin

Source : Prinsip Pengolahan dan Pengawetan Makanan

Rabu, 09 September 2009

NAMA ; AYU LESTARI

NO REG : 083194206

KELAS : PK 08 B

TUGAS AWAL

  • Contoh literatur primer dapat berupa buku teks, artikel majalah, laporan penelitian, disertasi, makalah, standar, paten dan lain-lain

Contoh literatur sekunder ialah kamus, ensiklopedia, thesaurus, direktori, katalog perpustakaan, majalah abstrak, majalah indeks, bibliografi, tinjauan literatur, pangkalan data, dan lain-lain

  • Situs sumber informasi kimia :

http://www.sumanasinc.com/webcontent/anisamples/chemistry/chemistry.html

http://chemmac1.usc.edu/java/balance/balance.html
http://ir.chem.cmu.edu/irproject/applets/stoich/Applet.asp)

http;//kimiakitaonline.com

http://Kimia Indonesia.com

Alamat direktori internet :
kimiakita online

Alamat mesin pencari :
www.google.com
www.yahoo.com
www.search.com

  • Mscam-macam protokol internet :

HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.

Gopher adalah aplikasi yang dapat mencari maklumat yang ada di Internet, tetapi hanya “text base” saja, atau berdasarkan teks.Untuk mendapatkan maklumat melalui Gopher, kita harus menghubungkan diri dengan Gopher server yang ada di Internet. Gopher merupakan protocol yang sudah lama dan saat ini sudah mulai di tinggalkan karena penggunaannya tidak sesedeharna HTTP.

FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Pada umumnya browser-browser versi terbaru sudah mendukung FTP.

Mailto, Protokol mailto digunakan untuk mengirim email melalu jaringan internet. Bentuk format pada protocol ini adalah : mailto:nama_email@namahost contoh : mailto:otakkacau@yahoo.com

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

  • Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
  • Perbedaan antara www dan internet

World Wide Web (biasa disingkat WWW) atau web adalah salah satu dari sekian banyak layanan yang ada di internet. Layanan ini paling banyak digunakan di internet untuk menyampaikan informasi karena sifatnya mendukung multimedia. Artinya informasi tidak hanya disampaikan melalui teks, tapi juga gambar, video dan suara.

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung secara global yang memungkinkan pengguna internet saling bertukar informasi/data melalui jaringan tersebut. Internet adalah sistem komunikasi data berskala global, suatu infrastruktur yang terdiri dari hardware dan software yang menghubungkan komputer yang berada di jaringannya.

DEFINISI ISTILAH

Literatur primer

o Jurnal : terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan

yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan

o Paten : dokumen resmi (biasanya hanya semacam sertifikat) yang diber­ikan oleh pemerintah kepada pemilik penemuan yang menyatakan bahwa pemilik paten tersebut mempunyai hak untuk menggunakan­nya, atau menjualnya dengan batas waktu tertentu

  • Makalah seminar : karya ilmiah melalui jalur penelitian yang dilakukan oleh peserta seminar
  • SKRIPSI adalah karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh para Mahasiswa Strata satu (S-1) pada suatu lembaga Perguruan Tinggi sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S-1)
  • TESIS adalah karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh para Mahasiswa Strata dua (S-2).
  • DESERTASI adalah karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh para Mahasiswa Strata Tiga (S-3)

Literatur kimia : Dari dunia maya

o Newsgroup adalah kelompok diskusi maya di internet. Newsgroup disalurkan melalui Usenet, jaringan kelompok diskusi warta. Usenet menggunakan protokol NNTP (Network News Transfer Protocol). Newsgroup dikelompokkan dalam subyek-subyek secara hirarkis dengan beberapa huruf pertama sebagai kategori subyek.Sebagai contoh adalah: rec (rekreasi), soc (masyarakat), sci (sains), alt (alternatif), comp (komputer) dan lain-lain. Untuk menggunakan Newsgroup diperlukan aplikasi bernama news reader dan sambungan internet ke peladen warta (news server) terdekat.

o Mailing List (juga dikenal dengan sebutan milis) adalah sebuah komunitas maya di Internet yang merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Untuk menjadi anggota sebuah mailing list, seseorang harus mendaftarkan alamat email yang dimilikinya ke dalam mailing list tersebut.

o Perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan computer

o (knowledge management) dan informasi. Arlinah Raharjo menjelaskan bahwa perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi mulai diharapkan untuk menjalankan peranan yang lebih sebagai pendamping dalam proses pendidikan seumur hidup

o Search engine “SE” adalah suatu portal website yang menyediakan data-data yang dibutuhkan pengguna internet. untuk mendapatkan hasil yang di inginkan pengunjung internet harus mengetikkan kata atau yang biasa disebut “keyword” kedalam search engine tersebut atau sistem database yang dirancang untuk mengindex alamat-alamat website di internet

Segitiga Info Keilmuan

o Diseminasi selektif berarti kegiatan menyebarluaskan suatu doktrin/pemikiran secara selektif

Literatur Kimia

  • Ensiklopedi : sejumlah buku yang berisi penjelasan mengenai setiap cabang ilmu pengetahuan yang tersusun menurut abjad atau menurut kategori yang singkat dan padat. Contoh: ensiklopedia pendidikan
  • Kamus : kumpulan Kata-kata mengenai bahasa yang memiliki berbagai macam arti yang tersusun menurut abjad. Contoh : Kamus Bahasa Indonesia
  • Monograf : sebutan lain untuk buku, dan digunakan untuk membedakan terbitan tersebut dengan terbitan berseri. Monograf berisi satu topik atau sejumlah topik (subjek) yang berkaitan, dan biasanya ditulis oleh satu orang. Selain itu, monograf merupakan terbitan tunggal yang selesai dalam satu jilid dan tidak berkelanjutan atau terbitan yang bukan terbitan berseri yang lengkap dalam satu volume atau sejumlah volume yang sudah ditentukan sebelumnya. Monograf berbeda dengan terbitan berseri seperti majalah, jurnal, atau surat kabar.

Ragam Media

  • Email adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur internet.

atau salah satu process pengiriman surat melalui internet dengan menggunakan waktu yang sangat singkat dan cepat

Berbagai Format File

  • HTML merupakan singkatan dari hypertext markup language, yaitu satu bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan susunan informasi dalam file hypertext. Hypertext sendiri adalah suatu struktur pemyampaian informasi dimana satu atau beberapa kata pada suatu file dapat di-link untuk mengeluarkan file baru yang biasanya berisi informasi detail tentang kata tersebut

Internet

Awal Mula Internet (Sejarah Internet versi singkat)

Ada banyak sekali poin penting dalam sejarah perkembangan internet. Namun pada kesempatan ini saya akan menyederhanakannya menjadi 5 milestone penting dahulu saja, berdasarkan apa yang telah di beritakan oleh CNET Australia. Milestone versi yang lebih kompleks akan saya terbitkan di tulisan selanjutnya

Kemunculan internet dimulai pada 1966, oleh ARPA (Advanced Research Project Agency – Salah satu divisi di departemen pertahanan U.S.) dengan ide yang sangat simpel: membuat jaringan komputer militer yang mampu bertukar data dari tempat yang jauh.

Di tahun 1969, ARPA dengan ARPANET-nya berhasil menghubungkan dua komputer di University of California, Los Angeles dan SRI International di Menlo Park, California. Hal ini lah yang menjadi salah satu embrio kelahiran internet.

Di tahun 1974, TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) diperkenalkan dan menjadi sangat populer serta diterima di tahun 80-an. TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan untuk proses tukar-menukar data dalam jaringan internet. Sederhananya, TCP/IP adalah protokol/aturan yang digunakan bersama dalam mentransfer data dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet.

INTI TIAP SLIDE

Ledakan Informasi Kimia

Inti slide : Informasi kimia dewasa ini banyak sekali dan selalu baru. Informasi kimia dapat diperoleh dari berbagai literatur. Liratur dapat dicari melalui internet dengan menggunakan teknologi informasi. Sehingga internet merupakan kebutuhan dalam mencari informasi apapun termasuk informasi kimia

Mengapa Penting ?

Inti slide : Literatur memiliki manfaat yang penting dalam berbagai bidang kehidupan untuk menunjang keberhasilan suatu proyek.

Literatur Primer dan Sekunder

Inti slide : Lteratur dapat dibagi menjadi dua. Dalam slide ini dijelaskan definisi beserta contoh dari tiap jenis literatur.

Literatur Kimia : Dari Dunia Maya

Inti slide : Literatur dapat diperoleh melalui berbagai media. Dapat melalui Milis, NewsGroup, dsb.

Segitiga Info keilmuan

Inti slide : literatur di internet dapat dijelaskan lewat symbol segitiga.

Literatur Kimia

Inti slide : Banyak sekali macam-macam literatur dapat berupa textbook, monograph, basis data, dsb.

Ragam Media

Inti slide : beberapa ragam media yang dapat digunakan untuk menelusuri slide.

Strategi

Inti slide : Penjelasan dari makna symbol segitiga info keilmuan pada slide sebelumnya.

Berbagai Format File

Inti slide : Tiap jenis data memiliki tipe/ format file yang berbeda-beda.

Internet browser dan Plug Add-In

Inti slide : Definisi internet, Plug in, alamat IP dan contohnya masing-masing.

Internet

Inti slide : Definisi internet, sejarah internet,, teknologi terobosan, dan contoh berbagai teknologi dan protocol internet.